Awal Pertemuan
Pertemuan pertama kami terjadi pada tahun 2020. Saat itu, aku telah lebih dulu menapaki dunia kerja, sedangkan Habibullah masih duduk di bangku sekolah. Perbedaan usia yang cukup jauh membuatku menganggapnya sebagai sosok yang masih muda, penuh semangat, dan selalu membawa tawa.
Di tengah obrolan ringan, Habibullah pernah berkata sambil tersenyum, “Tunggu aku lima tahun lagi, ya.” Mendengar kalimat itu, aku hanya tersenyum dan menganggapnya sebagai gurauan seorang remaja. Siapa sangka, ucapan sederhana itu kelak menjadi awal dari kisah yang akan kami kenang seumur hidup.
Menjalin Hubungan
Lima tahun pun berlalu. Tepat seperti yang pernah diucapkannya, kami dipertemukan kembali, kali ini sebagai rekan kerja. Dari kebersamaan, kami mulai saling mengenal lebih dalam. Perhatian yang sederhana berubah menjadi rasa yang semakin berarti, hingga akhirnya kami sepakat untuk menjalin hubungan dan melangkah bersama dengan niat yang baik.
Lamaran
Dengan memohon ridha Allah SWT serta restu dari kedua keluarga, Habibullah bersama keluarganya datang menyampaikan niat baik untuk meminangku. Hari itu menjadi langkah yang semakin menguatkan keyakinan kami bahwa perjalanan ini bukan lagi hanya tentang dua insan yang saling mencintai, tetapi juga tentang dua keluarga yang dipersatukan dalam sebuah ikatan.
Pernikahan
Atas izin Allah SWT, kami akan mengikat janji suci dalam pernikahan dan memulai lembaran baru sebagai suami dan istri. Perjalanan yang berawal dari sebuah kalimat sederhana, “Tunggu aku lima tahun lagi, ya,” akhirnya menjadi kenyataan yang indah.
Kini, dengan penuh rasa syukur, kami melangkah bersama menuju masa depan, memohon doa agar rumah tangga yang kami bangun senantiasa dipenuhi keberkahan, cinta, kasih sayang, serta kebahagiaan hingga akhir hayat.